Perindo Sebut Ada Mafia, Pengusaha Ikan Tersinggung-JPNN.com

JAKARTA--Klarifikasi dua anggota Komisi IV DPR RI yakni Ono Surono dan Daniel Johan soal adanya mafia di Pelabuhan Muara Baru, membuat marah pengusaha perikanan tersinggung.

Apalagi, dalam pertemuan (11/10) di Kantor Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin), Ono yang politikus PDIP menyebutkan ada lima pengusaha diduga mafia oleh Perusahaan Perikanan Indonesia (Perindo).

"Perindo dengan tidak etis memfitnah nama-nama pelaku usaha di Pelabuhan Muara Baru kepada publik dengan mengatakan sebagai mafia. Padahal sangatlah jelas bahwa kawasan Pelabuhan Muara Baru hanya dikuasai oleh Perum Perindo," tegas Ketua Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru Tachmid Widiasto Pusoro, Rabu (12/10).

Muara baru ditempati ratusan pengusaha dari kecil, menengah sampai besar.

Masing - masing mempunyai skala bisnisnya tersendiri. Ini sangat jelas karena Perum Perindo sendiri mempunyai datanya.

Tachmid juga mengecam semua pernyataan dan data yang dikeluarkan Perum Perindo tidak sesuai  fakta dan realitas.

Pengguna jasa di Muara Baru telah silih berganti, pengguna jasa yang lama sudah banyak tidak beroperasi.

Saat ini mayoritas adalah pengguna jasa baru. Namun, kenaikkan tarif sudah berkali - kali, bukan Rp 10 juta per Ha per tahun.

"Muara Baru dikuasai mafia. Muara baru dikuasai segelintir orang. Pengusaha Muara Baru sudah menikmati tarif murah 10 juta per Ha selama 30 tahun.  Ini adalah fitnah dan data  bohong," tegasnya.

Ia menjelaskan langkah awal Perum Perindo adalah menaikkan tarif sewa lahan secara gradual per semester sampai 450 persen ( tarif saat ini ).

Setiap hari, dari Senin sampai Jumat, tayangan tentang Indonesia bisa dinikmati dua kali sehari. Masing-masing diputar tiap pukul 12.40 dan 20.40 waktu setempat.

Pembawa acara yang terpilih pun sudah dikenal di Menara Eiffel tersebut. Ada Stéphane Rotenberg yang siap mengawal tayangan Wonderful Indonesia. Bagi yang belum tahu, nama Rotenberg sangat popular di Prancis.

Selama ini, dia ngetop sebagai pembawa acara Peking Express, acara TV Prancis Amazing Race yang sudah pernah membuat shooting di Indonesia pada 2009 silam.

“Tayangan ini akan memberikan impact yang sangat besar dalam mempromosikan Indonesia di Prancis. M6 adalah station TV terbesar kedua di Perancis setelah TF1, dan merupakan salah satu station TV official di EUROCUP,” beber Eka.

VITO Eka, yang tinggal di Prancis memang sudah mengamati channel televisi yang satu ini. Pemirsanya memang orang yang perhatian atau hendak mencari inspirasi liburan. Pada 10 Juli 2016, M6 mencetak rekor historik penonton yang tertinggi. Jumlahnya mencapai 23,4 juta pemirsa.

“Bayangkan kalau sekitar 23 juta orang Prancis melihat Indonesia.  Ini merupakan suatu anugerah yang luar biasa untuk Wonderful Indonesia yang bisa bekerja sama dengan televisi M6. Banyak negara di Asia, tetapi yang dipilih M6 adalah Indonesia. Ini akan menjadikan value added plus untuk promosi Wonderful Indonesia di Perancis,” ungkap Eka. 

Menurut Eka, Indonesia memang negeri yang menarik buat pasar Eropa. Hangat sepanjang tahun, punya pantai, laut yang jernih dan matahari yang membuat kulit semakin eksotik. Kekayaan budayanya juga tidak terhitung jumlahnya.

"Itulah yang terus kami presentasikan di semua komunitas, industri, di banyak momentum, dan selalu mendapat respons wow dari masyarakat," ungkap dia.

Menpar Arief Yahya menyambut gembira liputan hasil Famtrip ke banyak titik destinasi di Indonesia itu. Promosi melalui "serangan udara" atau media itu jauh lebih efektif, karena ditonton oleh jutaan pasang mata.

Dia berharap edisi digitalnya, juga diunggah ke YouTube dan berbagai platform media sosial yang lain.

"Bentuknya bisa VoD, video on demand yang dipasang di media online mereka. Kita bisa lihat, seberapa efektif, dilihat dan diperhatikan berapa juta orang? Berapa lama durasinya,” pungkas Arief. (adv/jpnn)

 


Perindo Sebut Ada Mafia, Pengusaha Ikan Tersinggung-JPNN.com
Read More

0 Response to "Perindo Sebut Ada Mafia, Pengusaha Ikan Tersinggung-JPNN.com"

Posting Komentar